Selasa, 27 Maret 2012

Ranah Kognitif Sebagai Objek evaluasi Hasil Belajar


BAB I
PENDAHULUAN

Penilaian adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu tercapai atau tidak. Dengan kata lain, penilaian berfungsi sebagai alat untuk mengtahui keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.
Salah satu prinsip dasar yang harus senantiasa diperhatikan dan dipegangi dalam rangka evaluasi hasil belajar adalah prinsip kebulatan, dengan prinsip evaluator dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar dituntut untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap peserta didik, baik dari segi pemahamannya terhadap materi atau bahan pelajaran yang telah diberikan (aspek kognitif), maupun dari segi penghayatan (aspek afektif), dan pengamalannya (aspek psikomotor).
Ketiga aspek atau ranah kejiwaan itu erat sekali dan bahkan tidak mungkin dapat dilepaskan dari kegiatan atau proses evaluasi hasil belajar. Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu:
a)    Ranah proses berfikir (cognitive domain)
b)    Ranah nilai atau sikap (affective domain)
c)    Ranah keterampilan (psychomotor domain)
Dalam konteks evaluasi hasil belajar, maka ketiga domain atau ranah itulah yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar. Sasaran kegiatan evaluasi hasil belajar adalah:
1)    Apakah peserta didik sudah dapat memahami semua bahan atau materi pelajaran yang telah diberikan pada mereka?
2)    Apakah peserta didik sudah dapat menghayatinya?
3)    Apakah materi pelajaran yang telah diberikan itu sudah dapat diamalkan secara kongkret dalam praktek atau dalam kehidupannya sehari-hari?
Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar.Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.








BAB II
 Ranah  Kognitif Sebagai Objek evaluasi Hasil Belajar

A.      Pengertian Ranah Penilaian Kognitif
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.  Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, termasuk didalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang atau aspek yang dimaksud adalah:
  • Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, rumus-rumus, dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunkannya. Pengetahuan atau ingatan adalah merupakan proses berfikir yang paling rendah.Salah satu contoh hasil belajar kognitif pada jenjang pengetahuan adalah dapat menghafal surat al-‘Ashar, menerjemahkan dan menuliskannya secara baik dan benar, sebagai salah satu materi pelajaran kedisiplinan yang diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam di sekolah.
  • Pemahaman (comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi.  Seseorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berfikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan.Salah satu contoh hasil belajar ranah kognitif pada jenjang pemahaman ini misalnya: Peserta didik atas pertanyaan Guru Pendidikan Agama Islam dapat menguraikan tentang makna kedisiplinan yang terkandung dalam surat al-‘Ashar secara lancar dan jelas.
  • Penerapan (application) adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkret. Penerapan ini adalah merupakan proses berfikir setingkat lebih tinggi ketimbang pemahaman.Salah satu contoh hasil belajar kognitif jenjang penerapan misalnya: Peserta didik mampu memikirkan tentang penerapan konsep kedisiplinan yang diajarkan Islam dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
  • Analisis (analysis) adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor-faktor lainnya.Jenjang analisis adalah setingkat lebih tinggi ketimbang jenjang aplikasi.Contoh: Peserta didik dapat merenung dan memikirkan dengan baik tentang wujud nyata dari kedisiplinan seorang siswa dirumah, disekolah, dan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat, sebagai bagian dari ajaran Islam.
  • Sintesis (syntesis) adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses berfikir analisis. Sisntesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang yang berstruktur atau bebrbentuk pola baru. Jenjang sintesis kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada jenjang analisis. Salah satu jasil belajar kognitif dari jenjang sintesis ini adalah: peserta didik dapat menulis karangan tentang pentingnya kedisiplinan sebagiamana telah diajarkan oleh islam.
  • Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation) adalah merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranah kognitif dalam taksonomi Bloom. Penilian/evaluasi disini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu kondisi, nilai atau ide, misalkan jika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan maka ia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik sesuai dengan patokan-patokan atau kriteria yang ada.Salah satu contoh hasil belajar kognitif jenjang evaluasi adalah: peserta didik mampu menimbang-nimbang tentang manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang berlaku disiplin dan dapat menunjukkan mudharat atau akibat-akibat negatif yang akan menimpa seseorang yang bersifat malas atau tidak disiplin, sehingga pada akhirnya sampai pada kesimpulan penilaian, bahwa kwdisiplinan merupakan perintah Allah SWT yang waji dilaksanakan dalam sehari-hari.
Keenam jenjang berpikir yang terdapat pada ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom itu, jika diurutkan secara hirarki piramidal adalah sebagai tertulis pada  gambar 1.
Keenam jenjang berpikir ranah kognitif bersifat kontinum dan overlap (tumpang tindih), dimana ranah yang lebih tinggi meliputi semua ranah yang ada dibawahnya. Overlap di antara enam jenjang berfikir itu akan lebih jelas terlihat pada gambar 2.
 Penilaian           (Evaluation)
Sintesis                       (Syntesis)
Analisis                                         (Analysis)
Penerapan                                                          (Aplikation)
Pemahaman                                                                   (Comprehensi)
Pengetahuan                                                                              (Knowledge)
GAMBAR 1.Enam jenjang berpikir pada ranah kognitif
6
5
4
3
2
1

GAMBAR 2.Overlap antara enam jenjang pada ranah kognitif.
Keterangan :Pengetahuan (1) adalah merupakan jenjang berpikir paling dasar. Pemahaman (2) mencakup pengetahuan (1).Aplikasi atau penerapan (3) mencakup pemahaman (2)dan pengetahuan (1). Sintesis (5) meliputi juga analisis (4), aplikasi (3), pemahaman (2) dan pengetahuan (1). Evaluasi (6) meliputi juga sintesis (5) , analisis (4), aplikasi (3), pemahaman (2) dan pengetahuan (1).
Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut.Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.




B.      Ciri-ciri Ranah Penilaian Kognitif
Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi.Menurut Taksonomi Bloom (Sax 1980), kemampuan kognitif adalah kemampuan berfikir secara hirarki yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.
Pada tingkat pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hafalan saja.Pada tingkat pemahaman peserta didik dituntut juntuk menyatakan masalah dengan kata-katanya sendiri, memberi contoh suatu konsep atau prinsip.Pada tingkat aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam situasi yang baru.Pada tingkat analisis, peserta didik diminta untuk untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat serta menemukan hubungan sebab—akibat.Pada tingkat sintesis, peserta didik dituntut untuk menghasilkan suatu cerita, komposisi, hipotesis atau teorinya sendiri dan mensintesiskan pengetahuannya.Pada tingkat evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi seperti bukti, sejarah, editorial, teori-teori yang termasuk di dalamnya judgement terhadap hasil analisis untuk membuat kebijakan.
Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut.
Dengan demikian aspek kognitif adalah sub-taksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.Aspek kognitif terdiri atas enam tingkatan dengan aspek belajar yang berbeda-beda. Keenam tingkat tersebut yaitu:
  1. Tingkat pengetahuan (knowledge), pada tahap ini menuntut siswa untuk mampu mengingat (recall) berbagai informasi yang telah diterima sebelumnya, misalnya fakta, rumus, terminologi strategi problem solving dan lain sebagianya.
  2. Tingkat pemahaman (comprehension), pada tahap ini kategori pemahaman dihubungkan dengan kemampuan untuk menjelaskan
    pengetahuan, informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. Pada tahap ini peserta didik diharapkan menerjemahkan atau menyebutkan kembali yang telah didengar dengan kata-kata sendiri.
  3. Tingkat penerapan (application), penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari kedalam situasi yang baru, serta memecahlcan berbagai masalah yang timbuldalam kehidupan sehari-hari.
  4. Tingkat analisis (analysis), analisis merupakan kemampuan
    mengidentifikasi, memisahkan dan membedakan komponen-komponen atau elemen suatu fakta, konsep, pendapat, asumsi, hipotesa atau kesimpulan, dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada atau tidaknya kontradiksi. Dalam tingkat ini peserta didik diharapkan menunjukkan hubungan di antara berbagai gagasan dengan cara membandingkan gagasan tersebut dengan standar, prinsip atau prosedur yang telah dipelajari.
  5. Tingkat sintesis (synthesis), sintesis merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh.
  6. Tingkat evaluasi (evaluation), evaluasi merupakan level tertinggi yang mengharapkan peserta didik mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan, metode, produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu.
Apabila melihat kenyataan yang ada dalam sistem pendidikan yang diselenggarakan, pada umumnya baru menerapkan beberapa aspek kognitif tingkat rendah, seperti pengetahuan, pemahaman dan sedikit penerapan.Sedangkan tingkat analisis, sintesis dan evaluasi jarang sekali diterapkan. Apabila semua tingkat kognitif diterapkan secara merata dan terus-menerus maka hasil pendidikan akan lebih baik.
Tabel  Kaitan antara kegiatan pembelajaran dengan domain tingkatan aspek kognitif
No
Tingkatan
Deskripsi
1
Pengetahuan
Arti: Pengetahuan terhadap fakta, konsep, definisi, nama, peristiwa, tahun, daftar, teori, prosedur,dll.
Contoh kegiatan belajar:
  • Mengemukakan arti
  • Menentukan lokasi
  • Mendriskripsikan sesuatu
  • Menceritakan apa yang terjadi
  • Menguraikan apa yang terjadi
2
Pemahaman
Arti:pengertian terhadap hubungan antar-faktor, antar konsep, dan antar data hubungan sebab akibat penarikan kesimpulan
Contoh kegiatan belajar:
¨    Mengungkapakan gagasan dan pendapat dengan kata-kata sendiri
¨    Membedakan atau membandingkan
¨    Mengintepretasi data
¨    Mendriskripsikan dengan kata-kata sendiri
¨    Menjelaskan gagasan pokok
¨    Menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri

3
Aplikasi
Arti: Menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah atau menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari
Contoh kegiatan:
  • Menghitung kebutuhan
  • Melakukan percobaan
  • Membuat peta
  • Membuat model
  • Merancang strategi
4
Analisis
Artinya: menentukan bagian-bagian dari suatu masalah, penyelesaian, atau gagasan dan menunjukkan hubungan antar bagian tersebut
Contoh kegiatan belajar:
  • Mengidentifikasi faktor penyebab
  • Merumuskan masalah
  • Mengajukan pertanyaan untuk mencari informasi
  • Membuat grafik
  • Mengkaji ulang
5
Sintesis
Artinya: menggabungkan berbagai informasi menjadi satu kesimpulan/konsepatau meramu/merangkai berbagai gagasan menjadi suatu hal yang baru
Contoh kegiatan belajar:
v   Membuat desain
v   Menemukan solusi masalah
v   Menciptakan produksi baru,dst.
6
Evaluasi
Arti: mempertimbangkan dan menilai benar-salah, baik-buruk, bermanfaat-tidak bermanfaat
Contoh kegiatan belajar:
Mempertahankan pendapat
Membahas suatu kasus
Memilih solusi yang lebih baik
Menulis laporan,dst.

C.       Contoh Pengukuran Ranah Penilaian Kognitif
Apabila melihat kenyataan yang ada dalam sistem pendidikan yang diselenggarakan, pada umumnya baru menerapkan beberapa aspek kognitif tingkat rendah, seperti pengetahuan, pemahaman dan sedikit penerapan.Sedangkan tingkat analisis, sintesis dan evaluasi jarang sekali diterapkan. Apabila semua tingkat kognitif diterapkan secara merata dan terus-menerus maka hasil pendidikan akan lebih baik. Pengukuran hasil belajar ranah kognitif dilakukan dengan tes tertulis.
Bentuk tes kognitif diantaranya; (1) tes atau pertanyaan lisan di kelas, (2) pilihan ganda, (3) uraian obyektif, (4) uraian non obyektif atau uraian bebas, (5) jawaban atau isian singkat, (6) menjodohkan, (7) portopolio dan (8) performans.
Cakupan yang diukur dalam ranah Kognitif  adalah:
a. Ingatan (C1) yaitu  kemampuan seseorang untuk mengingat. Ditandai dengan kemampuan menyebutkan simbol, istilah, definisi, fakta, aturan, urutan, metode.
  1. Pemahaman (C2) yaitu kemampuan seseorang untuk memahami tentang sesuatu hal. Ditandai dengan kemampuan menerjemahkan, menafsirkan, memperkirakan, menentukan, menginterprestasikan.
b. Penerapan (C3), yaitu kemampuan berpikir untuk menjaring & menerapkan dengan tepat tentang teori, prinsip, simbol pada situasi baru/nyata. Ditandai dengan kemampuan menghubungkan, memilih, mengorganisasikan, memindahkan, menyusun, menggunakan, menerapkan, mengklasifikasikan, mengubah struktur.
2.      Analisis (C4),  Kemampuan berfikir secara logis dalam  meninjau  suatu fakta/ objek menjadi lebih rinci. Ditandai dengan kemampuan  membandingkan, menganalisis, menemukan, mengalokasikan, membedakan, mengkategorikan.
c. Sintesis (C5),  Kemampuan berpikir untuk memadukan konsep-konsep secara logis sehingga menjadi suatu pola yang baru. Ditandai dengan kemampuan mensintesiskan, menyimpulkan, menghasilkan, mengembangkan, menghubungkan, mengkhususkan.
  1. Evaluasi (C6), Kemampuan berpikir untuk dapat memberikan pertimbangan terhadap sustu situasi, sistem nilai, metoda, persoalan dan pemecahannya dengan menggunakan tolak ukur tertentu sebagai patokan. Ditandai dengan kemampuan menilai, menafsirkan, mempertimbangkan dan menentukan.
Contohnya siswa dibina kompetensinya menyangkut kemampuan melukis jaring-jaring kubus.Namun, untuk dapat melukis jaring-jaring kubus setidaknya diperlukan pengetahuan (kognitif) tentang bentuk-bentuk jaring kubus dan cara-cara melukis garis-garis tegak lurus.

PENUTUP
KESIMPULAN
1)   Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak).
2)   Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi
3)   Ranah kogniti berhubungan erat dengan kemampuan berfikir, termasuk di dalamnya kemampuan menghafal, rnemahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis dan kemampuan mengevaluasi










DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 2009. “Aspek Penilaian dalam KTSP Bag 1 (Aspek Kognitif)”. (Online) http://massofa.wordpress.com/feed/. Diakses Tanggal 10 Oktober 2009
Anonymous. 2009. “Sistem Penilaian”. (Online) http://smak.yski.info/. Diakses Tanggal 10 Oktober 2009
Anonymous. 2009. “Pengukuran Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor”. (Online) http://hadirukiyah.blogspot.com/2009/08/pengukuran-ranah-kognitif-afektif-dan.html. Diakses Tanggal 10 Oktober 2009
Sudjono, Anas. 2008. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada.








Contoh Soal Agama ISLAM

Membuat soal Pendidikan Agama Islam.
1. Apakah yang dimaksud dengan moderenisasi..... ?
2. Sebutkan ciri utama masyarakat moderenisasi .....!
3. Ada empat unsur penting dalam agama, yaitu .....?
4. Mengapa agama sering disebut sebagai kebutuhan 
dasar manusia ?
5. Apa yang dimaksud dengan ..................................:
a. Tauhid..........
b. Tauhid sosial
c. Ibadah..........
JAWABAN :
1. Moderenisasi yaitu aktivitas yang membawa kemajuan, perubahan, dan perombakan secara asasi susunan dan corak suatu masyarakat dari statis menuju dinamis; dari tradisional menjadi rasional; dari feodal menjadi kerakyatan, dengan jalan mengubah cara berpikir masyarakat sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi segala hal semaksimal mungkin.
2. Ciri utama masyarakat modern yaitu;
a. Rasional
b. Inklusif
c. Demokratis
d. Egalitarian
e. Plularis
f. Progresif
g. Orientasi saintifik
h. Individualis
i. Kapitalis
j. Liberal
k. Materialis
l. Hedonistik
m. Pragmatis, dan
n. Sekular
3. Empat unsur penting dalam agama yaitu;
a. Tata pengakuan atau kepercayaan terhadap adanya sesuatu yang agung
b. Tata hubungan / penyembahan terhadap sesuatu yang agung itu dalam bentuk ritus, kultus dan pemujaan
c. Tata kaidah / doktrin
d. Tata sikap terhadap kehidupan dunia
4. Agama merupakan kebutuhan dasar manusia, karena;
a. Ada beberapa hal yang tak terjangkau oleh akal manusia
b. Manusia membutuhkan pedoman hidup yang sesuai dengan fitrahnya
c. Manusia adalah mahluk yang selalu membutuhkan pihak lain sebagai tempat bersandar, sehingga menemukan kedamaian hidup
d. Kehidupan sosial manusia membutuhkan solidaritas, tatanan, dan kesadaran moral sejati yang hanya diberikan oleh agama
    5. a. Tauhid : keyakinan tentang keesaan Allah sebagai satu-satunya zat yang wajib disembah dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
b. tauhid sosial : keyakinan seorang muslin atas eksistensi, sifat-sifat , dan kekuasaan Allah serta pada hal-hal gaib yang dikabarkan-Nya yang berpengaruh nyata pada kehidupan sosial
c. ibadah aldalah : ketundukan dan kepatuhan untuk menjalankan aturan-aturan Allah SWT, baik yang bersifat ritual maupun sosial

1.Di kota mana Surat Al-Kausar diturunkan ?
Jawab:
Surat Al-Kausar di turunkan di kota Mekah.

2.Surat Al-Kausar termasuk dalam jenis surat apa?
Jawab:
Surat Al-Kausar termasuk surah makiyah.

3.Surat Al –Kausar oleh sebagian ahli tafsir diartikan sebagai apa?
Jawab:
Sebagian ahli tafsir mengartikan Surat Al-Kausar dengan nikmat yang sangat banyak.

4.Surat Al-Kausar ada berapa ayat?
Jawab:
Surat Al-Kausar terdiri dari 3 ayat.

5.Coba sebutkan nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia!
Jawab:
Nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah antara lain adanya siang dan malam,udara yang kita hirup,tanaman,matahari,bumi yang kita pijak,kita bisa bermain,belajar,bekerja dan masih banyak lagi.

6.Diantara nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah,menurut kamu apa nikmat yang paling penting dan utama?
Jawab:
Di antara nikmat-nikmat yang telah kita terima,yang paling penting adalah nikmat iman.

7.Apa tujuan Allah memberikan kepada manusia nikmat yang sangta banyak?
Jawab:
Supaya manusia hidup bahagia da sejahtera di dunia dan akhirat.

8.Allah tidak meminta balasan atas nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada manusia,namun sebagai orang yang beriman apa yang seharusnya kita lakukan?
Jawab:
Sebagai orang beriman sudah selayaknya mengucap syukur dan berterima kasih kepada Allah.

9.Bersyukur dapat dilakukan dengan banyak cara.Coba berikan contoh sebagian dari cara bersyukur tersebut!
Jawab:
Bersyukur dapat dilakukan antara lain:
-Dengan cara mendirikan salat,dimana denga salat kita bisa memohon,berterima kasih dan mengadu segala keluh kesah kepada Allah.
-Berkurban.Berkurban dapat dilakukan dengan menyembelih hewan kurban dan dapat juga dengan berzakat,bersedekah,ataupun membantu orang yang sedang kesulitan.

10.Dalam Surat Al-Kausar ayat 3 dikatakan bahwa”Sungguh,orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).Apa maksud dari ayat tersebut?
Jawab:
Ayat tersebut dimaksudkan bahwa orang yang membenci Nabi Muhammad saw akan kalah dan celaka,karena membenci Nabi saw berarti juga membenci Allah SWT.dan agama Nya.
1.Di kota mana Surat Al-Kausar diturunkan ?
Jawab:
Surat Al-Kausar di turunkan di kota Mekah.

2.Surat Al-Kausar termasuk dalam jenis surat apa?
Jawab:
Surat Al-Kausar termasuk surah makiyah.

3.Surat Al –Kausar oleh sebagian ahli tafsir diartikan sebagai apa?
Jawab:
Sebagian ahli tafsir mengartikan Surat Al-Kausar dengan nikmat yang sangat banyak.

4.Surat Al-Kausar ada berapa ayat?
Jawab:
Surat Al-Kausar terdiri dari 3 ayat.

5.Coba sebutkan nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia!
Jawab:
Nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah antara lain adanya siang dan malam,udara yang kita hirup,tanaman,matahari,bumi yang kita pijak,kita bisa bermain,belajar,bekerja dan masih banyak lagi.

6.Diantara nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah,menurut kamu apa nikmat yang paling penting dan utama?
Jawab:
Di antara nikmat-nikmat yang telah kita terima,yang paling penting adalah nikmat iman.

7.Apa tujuan Allah memberikan kepada manusia nikmat yang sangta banyak?
Jawab:
Supaya manusia hidup bahagia da sejahtera di dunia dan akhirat.

8.Allah tidak meminta balasan atas nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada manusia,namun sebagai orang yang beriman apa yang seharusnya kita lakukan?
Jawab:
Sebagai orang beriman sudah selayaknya mengucap syukur dan berterima kasih kepada Allah.

9.Bersyukur dapat dilakukan dengan banyak cara.Coba berikan contoh sebagian dari cara bersyukur tersebut!
Jawab:
Bersyukur dapat dilakukan antara lain:
-Dengan cara mendirikan salat,dimana denga salat kita bisa memohon,berterima kasih dan mengadu segala keluh kesah kepada Allah.
-Berkurban.Berkurban dapat dilakukan dengan menyembelih hewan kurban dan dapat juga dengan berzakat,bersedekah,ataupun membantu orang yang sedang kesulitan.

10.Dalam Surat Al-Kausar ayat 3 dikatakan bahwa”Sungguh,orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).Apa maksud dari ayat tersebut?
Jawab:
Ayat tersebut dimaksudkan bahwa orang yang membenci Nabi Muhammad saw akan kalah dan celaka,karena membenci Nabi saw berarti juga membenci Allah SWT.dan agama Nya.
Jawaban Soal LATIHANPERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM DI DUNIA
A.
Menjawab Soal dengan benar :
1.
Manfaat yang dapat diambil dari sejarah perkembangan Islam pada masa pembaharuan adalahmenanamkan pada umat muslim pola pikir dan doktrin/paradigma yang selaras dengan Alqur`andan As-Sunnah melalui Iptek maupun Kebudayaan
2.
Peran atau wewenang akal dalam gerakan pembaharuan Islam ialah sebagai alat untuk mimilahdan memilih kemudian menetapkan pembaharuan Islam yang selaras berdasarkan nash Alqur`andan Al-Hadits
3.
Dengan adanya pembaruan dunia Islam oleh para Tokoh pembaruan, maka pengaruh perkembangandunia Islam, terhadap umat Islam di Indonesia yang nota bene muti etnis dan kultural sangatberpengaruh sekali khususya dalam pemurnian Aqidah islamiyah umat Islam di Indonesia daribentuk kesyirikan adat-istiadat jahiliyyah.
4.
Ajaran Islam menurut pandangan aliran wahabiyah ialah ajaran ittiba’ (mengikuti tuntunan Nabi),bukan mubtadi’ (orang yang membuat perkara bid’ah) dan kami mengikuti Al Kitab dan As Sunnahserta para pendahulu yang salih dari umat ini di atas madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah yangtelah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
5.
Islam adalah Agama yang sangat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan (IPTEK), hal ini tertuangdalam Firman Allah SWT:
”Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi,Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan “
(Q.S Ar -Rahman:55/33).
6.
Maksud dari Pembaruan pemikiran islam adalah suatu upaya memahami doktrin
Islam
sesuaidengan semangat zaman dan didasari kesadaran akan perlunya umat
Islam
bangkit dariketerbelakangan dan keterpurukan. Tanpa bertentangan dengan Alqur`an dan Hadits
7.
Pemikiran dan usaha pembaruan periode modern (sebelum abad XIX M) yaitu mengambil bentukmemurnikan kehidupan umat agar sesuai dengan kehidupan yang dipraktekan oleh Nabi MuhammadSAW dan generasi salaf (pendahulu)
8.
Gagasan Jamaludin Al-Afghani secara umum gagasanya dapat dilihat pertama, perlawananterhadap kolonialisme, imperliasme Barat. Kedua, upaya melawan pemikiran naturalis India yanmgmenginkari adanya hakekat Ketuhanan ( materi mampu mengungkap pintu lebar-lebar bagiterhapusnya kewajiban manusia sebagai hamba Tuhan). Ia berpendapat Agama dan syareat dapatmemperbaiki kehidupan masyarakat.9.Sikap-sikap yang mencerminkan penghayatan terhadap manfaat yang di ambil dari sejarahperkembangan Islam pada masa pembaruan antara lain :
Memaksimalkan penggunaan Internet dan atau (IPTEK) sebagai sarana Positif dalampengembangan Da`wah dan syiar Islam;
Istiqomah dalam memegang teguh Alqur`an & As-sunnah;
Aktif di Organisasi keIslaman ( ROHIS) dan Aktualisasi da`wah lainnya; dsb.
10.
Enam tokoh pembaruan di Indonesia yang saya ketahui :
a.
Nurcholish Madjid (Cak Nur);
b.
KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah);
c.
KH. Hasyim Asy`ari ( Pendiri NU);
d.
Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab ( Ketua FPI );
e.
KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur );
f.
Hafidz Abdurrahman ( Ketua DPP HTI );
g.
Utomo Dananjaya ( Pendiri Majelis Reboan );
B.
Jawaban Soal Qada dan Qadar :
1.
Pengertian Qadha menurut bahasa yaitu: hukum, ketetapan,pemerintah, kehendak,pemberitahuan, penciptaan.
2.
Arti Qadar menurut bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran.
3.
Qadha dan Qadar di sebut juga
Fatum
= Nasib atau Takdir
4.
Mempercayai Qadha dan Qadar hukumnya
Wajib
5.
Iman kepada Qadha dan Qadar Allah termasuk rukun iman yang ke- 6
6.
Pengertian Qadha menurut istilah Islam ialah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengankeinginan (iradah-Nya) tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk.
7.
Menurut istilah Islam, Qadar adalah perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadapsemua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan keinginan (iradah-Nya).
8.
Tidaklah sama antara takdir dengan penyerahan tanpa usaha, hal ini bersandarkan pada firmanAllah SWT.
“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga merekamerobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri
( Q.S Ar-Ra’d ayat 11).
9.
a). Manusia bersifat
Musayyar
maksudnya
manusia berkeyakinan dan bertingkah laku merasaterbebas dari hisab karena semua gerakan dan amalan mereka semata-mata berasal darigerakan Dzat yang Maha menggerakan (ALLAH SWT) ,tanpa harus bergerak.b). Manusia bersifat
Mukhayyar
maksudnya
manusia itu menyakini dan bertanggung jawabdalam setiap amal perbuatanya sendiri, sehingga harus mempertanggungjwabkannya di akhiratnantinya.
10.
Faham yang mengharuskan berserah diri pada nasib dan tidak menganjurkan berikhtiar disebutfaham
Fatalisme

Minggu, 11 Maret 2012

Username dan password untuk Eset Smart Security 4 dan 5

UPDATE 12 MARET 2012

Username dan password untuk Eset Smart Security 4 dan 5

Username: EAV-60543028
Password: ktu5mnc8rh
Expiry date: 16/08/2012
Username: EAV-60541483
Password: nd542nh63a
Expiry date: 16/08/2012
Username: EAV-58069177
Password: jkmffecd4s
Exp.Date: 09.04.2012
Username: EAV-60487626
Password: c2kuce8skj
Expiry date: 15/08/2012


Username dan password untuk Eset Antivirus 4 dan 5

Username: TRIAL-60998756
Password: fxdd4nk2jc
Username: TRIAL-60998760
Password: 8fmcp67kbf
Username: TRIAL-60998768
Password: jt4c7855ut
Username: TRIAL-60998777
Password: 7dpjm54s6n